Berikut ini adalah file EDS yang dapat digunakan untuk menyusun Profil, RKS, dan RKAS SMK Kota Payakumbuh :
1. SMK 3 Payakumbuh
2. SMK 1 Payakumbuh
3. SMK Mitra Payakumbuh
4. SMK Kosgoro 1 Payakumbuh
5. SMK Kosgoro 2 Payakumbuh
6. SMK Wirabakti Payakumbuh
Sedangkan petunjuk pengisiannya dapat dilihat pada link :
Petunjuk Pengisian
Senin, 03 Desember 2012
Sabtu, 10 Desember 2011
Penyebab Sulitnya Widyaiswara LPMP naik Pangkat
Minggu yang lalu banyak widyaiswara yang dindang ke Jakarta untuk membicarakan persoalan kenaikan pangkat. Ada lebih dari 600 widyaiswara yang mendapat ancaman untuk dipecat sebagai widyaiswara. Sebenarnya apa penyebab utama persoalan tersebut? Menurut hemat penulis, ada beberapa penyebab mengapa widyaiswara khusunya widyaiswara LPMP bermasalah dalam kenaikan pangkat, antara lain :
1. Tupoksi(tugas pokok dan fungsi) LPMP yang bukan lagi menjadi lembaga diklat. Dengan tupoksi sebagai lembaga penjaminan mutu, tentulah kegiatan-kegiatan diklat tidak dapat diselenggarakan oleh LPMP atau hanya sedikit kegiatan diklat yang dapat diselenggarakan oleh LPMP. Sementara, tupoksi widyaiswara adalah dikjartih (mendidik, mengajar, dan melatih) PNS.
2. Rendahnya fungsi administrasi widyaiswara. Banyak widyaiswara yang setelah melakukan kegiatan, tidak menyimpan dan melengkapi bahan-bahan angka kreditnya.
3. Rendahnya budaya menulis di kalangan widyaiswara. Ada anekdot, "saya kan widyaiswara, bukan widyatulis". Widyaiswara diasumsikan sebagai insan yang banyak berbicara(swara), bukan menulis.
4. Terlalu rumitnya syarat administrasi kenaikan pangkat/angka kredit widyaiswara. Berbeda dengan guru, penghitungan angka kredit widyaiswara lebih sulit.
5. Kekurangselarasan antara golongan dan tunjangan yang diterima widyaiswara.
1. Tupoksi(tugas pokok dan fungsi) LPMP yang bukan lagi menjadi lembaga diklat. Dengan tupoksi sebagai lembaga penjaminan mutu, tentulah kegiatan-kegiatan diklat tidak dapat diselenggarakan oleh LPMP atau hanya sedikit kegiatan diklat yang dapat diselenggarakan oleh LPMP. Sementara, tupoksi widyaiswara adalah dikjartih (mendidik, mengajar, dan melatih) PNS.
2. Rendahnya fungsi administrasi widyaiswara. Banyak widyaiswara yang setelah melakukan kegiatan, tidak menyimpan dan melengkapi bahan-bahan angka kreditnya.
3. Rendahnya budaya menulis di kalangan widyaiswara. Ada anekdot, "saya kan widyaiswara, bukan widyatulis". Widyaiswara diasumsikan sebagai insan yang banyak berbicara(swara), bukan menulis.
4. Terlalu rumitnya syarat administrasi kenaikan pangkat/angka kredit widyaiswara. Berbeda dengan guru, penghitungan angka kredit widyaiswara lebih sulit.
5. Kekurangselarasan antara golongan dan tunjangan yang diterima widyaiswara.
Kamis, 17 November 2011
Materi Pelatihan Atutor
Materi Diklat e-learning (Atutor) yang diselenggarakan di LPMP Sumatera Barat tanggal 14-17 November 2011 adalah:
1. Instalasi XAMPP
2. Instalasi Atutor
3. Konfigurasi Atutor sebagai Administrator
4. Konfigurasi Atutor sebagai Instruktur (Guru)
1. Instalasi XAMPP
2. Instalasi Atutor
3. Konfigurasi Atutor sebagai Administrator
4. Konfigurasi Atutor sebagai Instruktur (Guru)
Sabtu, 08 Oktober 2011
Tingkatan Sekolah
Saat ini ada berbagai tingkatan sekolah yang ada di Indonesia. Tingkatan tersebut adalah :
1. SBI (sekolah bertaraf Internasional)
2. RSBI (Rintisan sekolah bertaraf Internasional)
3. SSN (sekolah standar nasional)
4. RSSN (Rintisan sekolah standar nasional)
5. SPM (sekolah pelayanan minimal)
6. Pra SPM ( pra sekolah pelayanan minimal)
Penetapan tingkatan suatu sekolah mengacu kepada ketercapaian Standar Nasional Pendidikan yaitu :
1. Standar Isi (Permendiknas No. 22 tahun 2006)
2. Standar Proses (Permendiknas No. 41 tahun 2007)
3. Standar Kompetensi Lulusan (Permendiknas No. 23 tahun 2006)
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Permendiknas No. 12, 13,16 tahun 2007 dan no. 24,25, 27 tahun 2008)
5. Standar Sarana dan Prasarana (Permendiknas No. 24 tahun 2007 dan no. 40 tahun 2008)
6. Standar Pengelolaan (Permendiknas No. 19 tahun 2007)
7. Standar Penilaian (Permendiknas No. 20 tahun 2007)
8. Standar Pembiayaan (Permendiknas No. 69 tahun 2007)
Jika menggunakan prosentase, secara praktis dapat dikategorikan sebagai berikut: 0-30(Pra SPM), >30-60(SPM), >60-90(RSSN), >90-100(SSN), >100-130(RSBI), dan >130 (SBI)
1. SBI (sekolah bertaraf Internasional)
2. RSBI (Rintisan sekolah bertaraf Internasional)
3. SSN (sekolah standar nasional)
4. RSSN (Rintisan sekolah standar nasional)
5. SPM (sekolah pelayanan minimal)
6. Pra SPM ( pra sekolah pelayanan minimal)
Penetapan tingkatan suatu sekolah mengacu kepada ketercapaian Standar Nasional Pendidikan yaitu :
1. Standar Isi (Permendiknas No. 22 tahun 2006)
2. Standar Proses (Permendiknas No. 41 tahun 2007)
3. Standar Kompetensi Lulusan (Permendiknas No. 23 tahun 2006)
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Permendiknas No. 12, 13,16 tahun 2007 dan no. 24,25, 27 tahun 2008)
5. Standar Sarana dan Prasarana (Permendiknas No. 24 tahun 2007 dan no. 40 tahun 2008)
6. Standar Pengelolaan (Permendiknas No. 19 tahun 2007)
7. Standar Penilaian (Permendiknas No. 20 tahun 2007)
8. Standar Pembiayaan (Permendiknas No. 69 tahun 2007)
Jika menggunakan prosentase, secara praktis dapat dikategorikan sebagai berikut: 0-30(Pra SPM), >30-60(SPM), >60-90(RSSN), >90-100(SSN), >100-130(RSBI), dan >130 (SBI)
Senin, 25 Juli 2011
Tingkatan Siswa

Dalam sepekan terakhir ini, kami mendapatkan kesempatan safari keliling Sumatera Barat. Banyak hal ditemukan terkait pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Salah satu fenomena yang menarik adalah tentang level "siswa" yang bersekolah di suatu daerah. Ada 3 tingkatan siswa yang kami temukan :
1. "Mari Sekolah". Tingkatan ini merupakan tingkatan yang paling dasar, dimana pada tingkatan ini, sekolah hanya bisa mengajak untuk bersekolah. Mau bersekolah saja sudah syukur, siswa/orangtua siswa belum mau dibebani dengan beban bermacam-macam, misalnya uang sekolah yang "agak besar", tugas sekolah yg banyak, membeli buku/LKS, dsb. Salah satu indikasinya adalah adanya protes hanya gara-gara siswa disuruh membeli LKS. Siswa pada tingkatan ini biasanya suka cabut, nongkrong di warung pada saat jam belajar, merokok saat mengenakan pakaian seragam sekolah, suka tawuran, dsb.
2. "Mari Belajar". Tingkatan ini adalah tingkatan yang lebih baik, dimana sekolah dapat mulai menerapkan disiplin yang lebih baik, memungut uang sekolah yang lebih besar, mewajibkan siswa membeli buku/LKS. Biasanya sekolah seperti ini sudah lebih baik. Siswa pada tingkatan sekolah seperti ini biasanya disiplin waktu, masuk, istirahat, dan pulang pada waktunya.
3. "Mari Berprestasi". Tingkatan ini merupakan tingkatan harapan semua pihak. Warga Sekolah sudah mulai sadar tentang budaya disiplin (ada atau tidak ada kepala sekolah, sekolah dapat berjalan dengan baik), partisipasi orang tua murid sangat bagus, dan semangat belajar dan berprestasinya begitu terasa. Siswa pada tingkatan ini biasanya datang 15 menit sebelum bel masuk, tidak mau keluar kelas saat istirahat, atau langsung ke pustaka saat istirahat, dan memanfaatkan semua waktunya untuk belajar.
Sampai di mana tingkatan siswa di sekolah kita? Tentu kita sendiri sebagai penyelenggara sekolah yang dapat menjawabnya.
Senin, 11 Juli 2011
Software "EDS"
Kegiatan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) sedang dilaksanakan secara besar-besaran di Indonesia. Namun, saat ini software EDS yang dibuat oleh Kemdiknas justru belum representatif dalam menjaring data, terutama report atau laporan yang belum bisa dimanfaatkan secara langsung oleh sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten, Provinsi, ataupun Kementrian Pendidikan Nasional. Oleh karena itu, ada beberapa usulan yang dapat kami sampaikan :
1. Software EDS hendaknya berisi data-data yang bersifat kuantitatif, sehingga sekolah hanya mengentry data kuantitatif... Softwarelah yang menterjemahkan data kuantitatif tersebut menjadi data kualitatif...
2. Software EDS hendaknya memuat report kekuatan/kelemahan sekolah berdasarkan Standar Pendidikan yang ada..
3. Software di tingkat sekolah sebaiknya bersifat "desktop" dengan database MySQl, sehingga di tingkat kabupaten, Provinsi, ataupun Nasional dapat dibuat aplikasi berbasis Web.
1. Software EDS hendaknya berisi data-data yang bersifat kuantitatif, sehingga sekolah hanya mengentry data kuantitatif... Softwarelah yang menterjemahkan data kuantitatif tersebut menjadi data kualitatif...
2. Software EDS hendaknya memuat report kekuatan/kelemahan sekolah berdasarkan Standar Pendidikan yang ada..
3. Software di tingkat sekolah sebaiknya bersifat "desktop" dengan database MySQl, sehingga di tingkat kabupaten, Provinsi, ataupun Nasional dapat dibuat aplikasi berbasis Web.
Sabtu, 09 Juli 2011
Standar Pendidikan Nasional
Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia dilaksanakan berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Isi, Proses, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Sarana Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan, dan Penilaian. Berikut ini adalah daftar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) yang berkaitan dengan Standar Nasional Pendidikan tersebut.
A. Standar Kompetensi Lulusan (Permendiknas No. 23 tahun 2006)
B. Standar Isi (Permendiknas No. 22 tahun 2006)
C. Standar Proses
Permendiknas No 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Permendiknas No 3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C.
D. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Permendiknas No 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.
Permendiknas No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
Permendiknas No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Permendiknas No 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah.
Permendiknas No 25 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah.
Permendiknas No 27 Tahun 2008 tentang Standar Kulifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.
Permendiknas No 40 Tahun 2009 tentang Standar Penguji pada kursus dan pelatihan.
Permendiknas No 41 Tahun 2009 tentang Standar kualifikasi pembimbing pada kursus dan pelatihan.
Permendiknas No 42 Tahun 2009 tentang Standar Pengelola Kursus dan Pelatihan.
Permendiknas No 43 Tahun 2009 Standar Tenaga administrasi pendidikan pada program Paket A, Paket B, dan Paket C.
Permendiknas Nomor 44 Tahun 2009 Standar Pengelola pendidikan pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C.
E. Standar Sarana dan Prasarana
Permendiknas No 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).
Permendiknas No 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
Permendiknas No 33 Tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk Sekolah Luar Biasa.
F. Standar Pengelolaan .( Permendiknas No 19 Tahun 2007 )
G. Standar Pembiayaan Pendidikan (Permendiknas No 69 Tahun 2007)
H. Standar Penilaian Pendidikan .( Permendiknas No 20 Tahun 2007 )
A. Standar Kompetensi Lulusan (Permendiknas No. 23 tahun 2006)
B. Standar Isi (Permendiknas No. 22 tahun 2006)
C. Standar Proses
Permendiknas No 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Permendiknas No 3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C.
D. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Permendiknas No 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.
Permendiknas No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
Permendiknas No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Permendiknas No 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah.
Permendiknas No 25 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah.
Permendiknas No 27 Tahun 2008 tentang Standar Kulifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.
Permendiknas No 40 Tahun 2009 tentang Standar Penguji pada kursus dan pelatihan.
Permendiknas No 41 Tahun 2009 tentang Standar kualifikasi pembimbing pada kursus dan pelatihan.
Permendiknas No 42 Tahun 2009 tentang Standar Pengelola Kursus dan Pelatihan.
Permendiknas No 43 Tahun 2009 Standar Tenaga administrasi pendidikan pada program Paket A, Paket B, dan Paket C.
Permendiknas Nomor 44 Tahun 2009 Standar Pengelola pendidikan pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C.
E. Standar Sarana dan Prasarana
Permendiknas No 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).
Permendiknas No 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
Permendiknas No 33 Tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk Sekolah Luar Biasa.
F. Standar Pengelolaan .( Permendiknas No 19 Tahun 2007 )
G. Standar Pembiayaan Pendidikan (Permendiknas No 69 Tahun 2007)
H. Standar Penilaian Pendidikan .( Permendiknas No 20 Tahun 2007 )
Sabtu, 21 Mei 2011
Evaluasi Diri Sekolah vs Akreditasi
Dalam rangka penjaminan mutu pendidikan, kementrian Pendidikan Nasional menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Evaluasi Diri Sekolah dan Madrasah (EDS/M) adalah proses Evaluasi Diri yang bersifat internal yang didorong oleh Sekolah dan Madrasah yang melibatkan pemangku kepentingan untuk melihat kinerja sekolah berdasarkan SPM dan SNP yang hasilnya dipakai sebagai dasar Penyusunan RKS dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingkat kab/kota. Tujuan dari EDS adalah:
1. Sekolah menilai kinerjanya berdasarkan SPM dan SNP.
2. Sekolah mengetahui tahapan pengembangan dalam pencapaian SPM dan SNP sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan yang bermuara pada peningkatan mutu peserta didik.
3. Sekolah dapat menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) atau Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian implementasi SPM dan SNP.
Sedangkan manfaat EDS bagi sekolah adalah :
1. Sekolah dapat mengidentifikasikan kelebihan serta kekurangannya sendiri dan merencanakan pengembangan ke depan.
2. Sekolah dapat memiliki data dasar yang akurat sebagai dasar untuk pengembangan dan peningkatan di masa mendatang.
3. Sekolah dapat mengidentifikasikan peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan yang disediakan, mengkaji apakah inisiatif peningkatan tersebut berjalan dengan baik dan menyesuaikan program sesuai dengan hasilnya.
4. Sekolah dapat memberikan laporan formal kepada pemangku kepentingan demi meningkatkan akuntabilitas sekolah.
Jika dibandingkan dengan akreditasi, kegiatan EDS pada dasarnya bersifat internal sedangkan Akreditasi bersifat eksternal. Hasil EDS berupa gambaran riil keadaan sekolah, sedangkan Akreditasi, karena sifatnya penilaian eksternal, maka sekolah kadang-kadang "dengan segala upaya" berusaha memperoleh penilaian yg baik...
1. Sekolah menilai kinerjanya berdasarkan SPM dan SNP.
2. Sekolah mengetahui tahapan pengembangan dalam pencapaian SPM dan SNP sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan yang bermuara pada peningkatan mutu peserta didik.
3. Sekolah dapat menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) atau Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian implementasi SPM dan SNP.
Sedangkan manfaat EDS bagi sekolah adalah :
1. Sekolah dapat mengidentifikasikan kelebihan serta kekurangannya sendiri dan merencanakan pengembangan ke depan.
2. Sekolah dapat memiliki data dasar yang akurat sebagai dasar untuk pengembangan dan peningkatan di masa mendatang.
3. Sekolah dapat mengidentifikasikan peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan yang disediakan, mengkaji apakah inisiatif peningkatan tersebut berjalan dengan baik dan menyesuaikan program sesuai dengan hasilnya.
4. Sekolah dapat memberikan laporan formal kepada pemangku kepentingan demi meningkatkan akuntabilitas sekolah.
Jika dibandingkan dengan akreditasi, kegiatan EDS pada dasarnya bersifat internal sedangkan Akreditasi bersifat eksternal. Hasil EDS berupa gambaran riil keadaan sekolah, sedangkan Akreditasi, karena sifatnya penilaian eksternal, maka sekolah kadang-kadang "dengan segala upaya" berusaha memperoleh penilaian yg baik...
Selasa, 15 Februari 2011
IP Address v.4
IP Address adalah bentuk pengalamatan yang terjadi pada komunikasi data / komputer. IP address bersifat unik, dimana setiap perangkat komputer di dunia ini (yang menggunakan IP public) tidak dapat memiliki IP Address yang sama. IP adress dapat dibagi menjadi 2, yaitu IP private dan IP Public. IP Private adalah IP address yang digunakan untuk jaringan komputer yang tidak terhubung dengan internet, sedangkan IP Public adalah IP Address yang digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung internet.
Menurut versinya, IP Adrress dapat dibagi menjadi 2 yaitu versi 4 dan versi 6. Pada tulisan kali ini hanya akan dibahas IP address versi 4.
* IP versi 4 tersusun menjadi 4 blok yang dipisahkan oleh tanda titik(.). Formatnya : [blok_1].[blok_2].[blok_3]. [blok_4]. Setiap blok dapat berisi angka desimal 0-255. Contoh : 192.168.100.1.
* IP versi 4 memiliki alamat sebanyak 256 alamat, yaitu 0-255 (bilangan desimal) atau 00000000-11111111 (bilangan biner).
* Angka pada blok_1 menentukan kelas IP Addressnya.
Menurut kelasnya, IP Address versi 4 dibagi menjadi 5 , yaitu :
* Kelas A, dari 0-127
* Kelas B, dari 128-191
* Kelas C, dari 192-223
* Kelas D, dari 224-239
* Kelas E, dari 240-255
Menurut versinya, IP Adrress dapat dibagi menjadi 2 yaitu versi 4 dan versi 6. Pada tulisan kali ini hanya akan dibahas IP address versi 4.
* IP versi 4 tersusun menjadi 4 blok yang dipisahkan oleh tanda titik(.). Formatnya : [blok_1].[blok_2].[blok_3]. [blok_4]. Setiap blok dapat berisi angka desimal 0-255. Contoh : 192.168.100.1.
* IP versi 4 memiliki alamat sebanyak 256 alamat, yaitu 0-255 (bilangan desimal) atau 00000000-11111111 (bilangan biner).
* Angka pada blok_1 menentukan kelas IP Addressnya.
Menurut kelasnya, IP Address versi 4 dibagi menjadi 5 , yaitu :
* Kelas A, dari 0-127
* Kelas B, dari 128-191
* Kelas C, dari 192-223
* Kelas D, dari 224-239
* Kelas E, dari 240-255
Senin, 29 November 2010
Mengkoneksikan database Access dengan Java di Netbean
Untuk dapat mengkoneksikan database access dg Java di Netbean, ikuti langkah sebagai berikut :
1. Buatlah file baru dengan menekan File-->New Files --> Pilih Category Java--> Pilih File Type Java Class -->Klik Next
2. Tentukan nama kelas (misalnya Koneksi), project, dan packet, dan lokasi penyimpanan.
3. Ketik coding berikut ini :
/* nama package : aplikasi sekolah
* lokasi data base D:/identitas.mdb
*/
package aplikasisekolah;
import java.sql.Connection;
import java.sql.DriverManager;
import javax.swing.JOptionPane;
public class Koneksi {
public static void main(String[] args) {
try {
String database = "D:/identitas.mdb";
String url = "jdbc:odbc:Driver={Microsoft Access Driver (*.mdb)};DBQ=";
String driver = "sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver";
Class.forName(driver);
url += database.trim();
Connection con = DriverManager.getConnection(url, "", "");
JOptionPane.showMessageDialog(null, "Koneksi Berhasil ");
con.close();
} catch (Exception e) {
JOptionPane.showMessageDialog(null, "Koneksi gagal ");
}
}
}
1. Buatlah file baru dengan menekan File-->New Files --> Pilih Category Java--> Pilih File Type Java Class -->Klik Next
2. Tentukan nama kelas (misalnya Koneksi), project, dan packet, dan lokasi penyimpanan.
3. Ketik coding berikut ini :
/* nama package : aplikasi sekolah
* lokasi data base D:/identitas.mdb
*/
package aplikasisekolah;
import java.sql.Connection;
import java.sql.DriverManager;
import javax.swing.JOptionPane;
public class Koneksi {
public static void main(String[] args) {
try {
String database = "D:/identitas.mdb";
String url = "jdbc:odbc:Driver={Microsoft Access Driver (*.mdb)};DBQ=";
String driver = "sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver";
Class.forName(driver);
url += database.trim();
Connection con = DriverManager.getConnection(url, "", "");
JOptionPane.showMessageDialog(null, "Koneksi Berhasil ");
con.close();
} catch (Exception e) {
JOptionPane.showMessageDialog(null, "Koneksi gagal ");
}
}
}
Soal Remedial Server
1. Jelaskan langkah-langkah menginstalasi Windows Server 2003
2. Jelaskan langkah-langkah mengkonfigurasi DNS server pada Windows Server 2003
3. Apa perbedaan/kelebihan/kekurangan antara Windows Server 2003 dan Windows Server 2000
4. Jelaskan langkah-langkah pengujian DHCP server dari Client
5. Jelaskan langkah-langkah konfigurasi pada komputer CLient, sehingga dapat Windows server 2003.
2. Jelaskan langkah-langkah mengkonfigurasi DNS server pada Windows Server 2003
3. Apa perbedaan/kelebihan/kekurangan antara Windows Server 2003 dan Windows Server 2000
4. Jelaskan langkah-langkah pengujian DHCP server dari Client
5. Jelaskan langkah-langkah konfigurasi pada komputer CLient, sehingga dapat Windows server 2003.
Jumat, 23 Juli 2010
Penggunaan IP Camera dalam Pembelajaran
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan semakin meluas. Salah satu perangkat yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran adalah IP Camera. IP Camera dapat diguakan untuk mempermudah pemantauan kondisi lokal belajar atau keadaan sekolah secara umum.
Coba bayangkan jika semua lokal belajar terpasang kamera yang terhubung dengansebuah server, dan server tersebut memiliki IP public. Maka sedang di mana saja seorang kepala sekolah berada, dapat memantau bagaimana keadaan lokal belajar di sekolahnya. Siapa guru yang hadir dan siapa yang tidak, semua dapat dipantau.
Coba bayangkan jika semua lokal belajar terpasang kamera yang terhubung dengansebuah server, dan server tersebut memiliki IP public. Maka sedang di mana saja seorang kepala sekolah berada, dapat memantau bagaimana keadaan lokal belajar di sekolahnya. Siapa guru yang hadir dan siapa yang tidak, semua dapat dipantau.
Kamis, 04 Februari 2010
Sertifikasi Guru, benarkah efektif dalam meningkatkan kualitas Pendidikan?
Sertifikasi guru telah bergulir sejak 3 tahun yang lalu, yaitu sejak tahun 2007. Jumlah guru yang telah mengikuti sertifikasi pada akhir 2009 adalah 600.450 guru. Guru yang telah tersertifikasi mendapatkan tunjangan yang besarnya 1 x gaji pokok dipotong pajak 15 %. Sebagai contoh, guru dengan golongan III c dan masa kerja 8 tahun memiliki gaji sekitar Rp. 1.700.000. Maka jumlah bersih tunjangan yang diterima adalah sebesar Rp. 1.445.000. Karena kuota terbatas, maka guru yang mendapatkan prioritas adalah guru dengan masa kerja paling lama, yang rata-rata bergolongan IV a, dengan gaji pokok lebih dari 2 juta rupiah.
Bayangkan berapa pengeluaran ekstra Pemerintah/Negara selama 3 tahun ini. Jika dikalikan kasar, angkanya adalah sebagai berikut :
Tahun 2009 : 600.450 guru x Rp. 2 Jt x 12 Bulan = 14.4 T
Tahun 2008 : 400.450 guru x Rp. 2 Jt x 12 Bulan = 9.6 T
Tahun 2007 : 220.000 guru x Rp. 2 Jt x 12 Bulan = 5.3 T
Tahun 2006 : 20.000 guru x Rp. 2 Jt x 12 Bulan = 0.5 T
Jadi total dana pemerintah untuk membayar tunjangan sertifikasi guru ini adalah sekitar Rp. 29,8 Trilyun. Pertanyaanya, apakah telah ada efek positif terhadap kualitas Pendidikan di Indonesia?
Bayangkan berapa pengeluaran ekstra Pemerintah/Negara selama 3 tahun ini. Jika dikalikan kasar, angkanya adalah sebagai berikut :
Tahun 2009 : 600.450 guru x Rp. 2 Jt x 12 Bulan = 14.4 T
Tahun 2008 : 400.450 guru x Rp. 2 Jt x 12 Bulan = 9.6 T
Tahun 2007 : 220.000 guru x Rp. 2 Jt x 12 Bulan = 5.3 T
Tahun 2006 : 20.000 guru x Rp. 2 Jt x 12 Bulan = 0.5 T
Jadi total dana pemerintah untuk membayar tunjangan sertifikasi guru ini adalah sekitar Rp. 29,8 Trilyun. Pertanyaanya, apakah telah ada efek positif terhadap kualitas Pendidikan di Indonesia?
Selasa, 02 Februari 2010
Masih Perlukah Ujian Nasional?
Bulan ini adalah bulan-bulan sibuk siswa SLTA khusunya siswa SMK menghadapi Ujian Nasional, khususnya Uji Kompetensi dan beberapa Try Out yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten. Kegiatan Ujian Nasional teori akan dilaksanakan pada bulan Maret minggu ke-3, kemudian disambung dengan Ujian praktek Normatif dan Adaptif serta Ujian Akhir Sekolah. Begitu banyaknya resource (sumber daya) yang dicurahkan dari semua pihak, kepala sekolah sibuk membuat program sukses UN, guru-guru sibuk mempersiapkan siswa agar sukses UN, orang tua siswa sibuk mencarikan sumber dana yang tidak sedikit jumlahnya, apalagi siswa yang terus sibuk menghadapi Ujian-ujian yang akan dilaksanakan. Pertanyaannya, dengan berbagai pengorbanan tersebut, masih perlukah Ujian Nasional tersebut?
Jika memang Ujian Nasional dapat digunakan sebagai referensi perbaikan mutu pendidikan Nasional, tentu kita sangat setuju dengan diadakannya Ujian Nasional. Jika hasil UN dijadikan sebagai acuan dalam memperbaiki kualitas guru, melengkapi sarana dan prasarana, kualitas kepala sekolah, dsb. , maka UN masih perlu dilaksanakan. Namun jika tidak, maka pentingnya UN masih dipertanyakan.
Jika memang Ujian Nasional dapat digunakan sebagai referensi perbaikan mutu pendidikan Nasional, tentu kita sangat setuju dengan diadakannya Ujian Nasional. Jika hasil UN dijadikan sebagai acuan dalam memperbaiki kualitas guru, melengkapi sarana dan prasarana, kualitas kepala sekolah, dsb. , maka UN masih perlu dilaksanakan. Namun jika tidak, maka pentingnya UN masih dipertanyakan.
Sabtu, 21 November 2009
Membuat Animasi Bola
Buat lembar kerja baru (File - New)
Tentukan ukuran dokumen
Buat obyek Bola (Klik Oval tool – klik dan tahan pd lembar kerja)
Tandai obyek bola (Klik Arrow tool, blok obyek bola)
Ubah obyek bola menjadi simbol (Insert – Convert to Symbol), beri nama dan tentukan behaviour bola menjadi Movie Clip)
Klik kanan pada Time Line, klik Insert Keyframe
Klik kanan pada Time Line, klik Create Motion Tween
Pindahkan obyek Bola ke arah yang diinginkan (jika diperlukan, ubah ukuran bola)
Untuk melihat hasilnya, klik Control – Test Movie
Tentukan ukuran dokumen
Buat obyek Bola (Klik Oval tool – klik dan tahan pd lembar kerja)
Tandai obyek bola (Klik Arrow tool, blok obyek bola)
Ubah obyek bola menjadi simbol (Insert – Convert to Symbol), beri nama dan tentukan behaviour bola menjadi Movie Clip)
Klik kanan pada Time Line, klik Insert Keyframe
Klik kanan pada Time Line, klik Create Motion Tween
Pindahkan obyek Bola ke arah yang diinginkan (jika diperlukan, ubah ukuran bola)
Untuk melihat hasilnya, klik Control – Test Movie
Selasa, 10 November 2009
Rabu, 04 November 2009
Merencanakan Software dengan UML
Dalam pembuatan sebuah software, langkah pertama yang harus dilakukan adalah :
- Pengambilan requirement software
- Perencaan dan pembuatan desain software.
- Pembuatan coding
- Pengujian Software
- Perbaikan jika ditemukan bug
- Implementasi
Dalam perencanaan dan pembuatan desain software,kita dapat melakukan pemodelan. Bahasa pemodelan terbaru yang mudah digunakan adalah UML (Unified Modelling Language). Ada 5 diagram penting yang harus diketahui dalam UML, yaitu :
- Diagram Use Case.
- Diagram Aktivitas
- Diagram Urutan
- Diagram Kelas
- Diagram Kolaborasi
Selasa, 20 Oktober 2009
Yang perlu dikonfigurasi di sebuah Wireless Access Point/Router
Yang perlu dikonfigurasi di sebuah Wireless Access Point/Router :
1. Mode Wireless (AP, Bridge, Repeater, Client).
* AP : sebagai sumber sinyal / pemancar radio.
* Bridge : sebagai jembatan jika ada 2 atau lebih AP di dekat tempat tersebut.
* Repeater : sebagai penguat sinyal yang berasal dari AP lain
* Client : sebagai penerima sinyal dari AP
2. IP Address LAN (IP private)
3. IP Address WAN (IP public)
4. Chanel (frekwensi yang dipancarkan)
5. SSID (Nama wireless yang akan tampil
6. DHCP (Enable, Disable)
7. Scurity (WEP,WPA.
Mudah-mudahan bermanfaat..
1. Mode Wireless (AP, Bridge, Repeater, Client).
* AP : sebagai sumber sinyal / pemancar radio.
* Bridge : sebagai jembatan jika ada 2 atau lebih AP di dekat tempat tersebut.
* Repeater : sebagai penguat sinyal yang berasal dari AP lain
* Client : sebagai penerima sinyal dari AP
2. IP Address LAN (IP private)
3. IP Address WAN (IP public)
4. Chanel (frekwensi yang dipancarkan)
5. SSID (Nama wireless yang akan tampil
6. DHCP (Enable, Disable)
7. Scurity (WEP,WPA.
Mudah-mudahan bermanfaat..
Konfigurasi Telkomsel Flash
Bagi anda yang menginginkan koneksi internet yang fleksibel, flash adalah solusinya. Dengan flash, kita dapat terkoneksi internet di mana saja asal di daerah tersebut terdapat sinyal HP. Semua operator telah menyediakan fasilitas ini. Khusus untuk telkomsel, Ada 2 paket yang dapat ditawarkan yaitu pra bayar dan pasca bayar. Alat yang diperlukan : Modem GSM dan kartu SIM yang telah diaktifkan gprs nya.
Langkah konfigurasi dan instalasinya adalah sebagai berikut:
1. Pasanglah kartu SIM yang telah didaftarkan dan diaktifkan gprsnya ke modem.
2. Pasanglah modem pada slot USB yang tersedia.
3. Modem langsung terdeteksi (tanpa membutuhkan driver dlm bentuk CD), lakukan proses instalasi driver. Klik Next
4. Klik Next terus hingga tampil gambar sbb :
Sedangkan untuk menjalankannya dapat diikuti langkah-langkah sebagai berikut :
1. Dari tampilan berikut ini, klik tombol Connect di sebelah kiri :

4. Buka browser (opera, IE, mozilla, dsb), lakukan browsing atau kegiatan apapun.
Selamat mencoba
Langkah konfigurasi dan instalasinya adalah sebagai berikut:
1. Pasanglah kartu SIM yang telah didaftarkan dan diaktifkan gprsnya ke modem.
2. Pasanglah modem pada slot USB yang tersedia.
3. Modem langsung terdeteksi (tanpa membutuhkan driver dlm bentuk CD), lakukan proses instalasi driver. Klik Next
4. Klik Next terus hingga tampil gambar sbb :
Sedangkan untuk menjalankannya dapat diikuti langkah-langkah sebagai berikut :
1. Dari tampilan berikut ini, klik tombol Connect di sebelah kiri :

4. Buka browser (opera, IE, mozilla, dsb), lakukan browsing atau kegiatan apapun.
Selamat mencoba
Ujian C++
Soal :
1. Buatlah program C++ yang dapat mengkonversi suhu dari celcius, ke Fahrenheit,
Reamur dan Kelvin.
2. Buatlah program C++ yang mengkonversikan nilai, dimana nilai 90-100=A, nilai 80-
<90=B, nilai 70-<80=C, nilai 60-<70=D, nilai kurang dari 60=E(Gagal). (if-else)
3. Buatlah program C++ yang menampilkan angka 1 s/d 10000 (for)
4. Buatlah program C++ yang dapat menampilkan nama dan tepat lahir. Jika dipilih 1,
maka akan tampil nama dan tempat lahir, jika dipilih 2 akan tampil nama dan
alamat (fungsi).
1. Buatlah program C++ yang dapat mengkonversi suhu dari celcius, ke Fahrenheit,
Reamur dan Kelvin.
2. Buatlah program C++ yang mengkonversikan nilai, dimana nilai 90-100=A, nilai 80-
<90=B, nilai 70-<80=C, nilai 60-<70=D, nilai kurang dari 60=E(Gagal). (if-else)
3. Buatlah program C++ yang menampilkan angka 1 s/d 10000 (for)
4. Buatlah program C++ yang dapat menampilkan nama dan tepat lahir. Jika dipilih 1,
maka akan tampil nama dan tempat lahir, jika dipilih 2 akan tampil nama dan
alamat (fungsi).
Langganan:
Postingan (Atom)




